BATANG, seputarbisnis.id — Permudah ekpor import, Kawasan Industri Terpadu Batang (KEK Industropolis Batang), menegaskan langkah strategisnya dalam memperkuat ekosistem industri nasional melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pengembangan Dryport berbasis rel. Kerja sama ini melibatkan Kereta Api Indonesia (Persero), Pelabuhan Indonesia (Persero), Sarana Pembangunan Jawa Tengah (Perseroda), serta Perumda Aneka Usaha Kabupaten Batang, dan dilaksanakan di Ballroom Gedung Pengelola KEK Industropolis Batang, Selasa (21/04).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Ali Murtopo Simbolon, perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Pekerjaan Umum, serta jajaran pimpinan BUMN dan pemerintah daerah, di antaranya Direktur Utama Kereta Api Indonesia (Persero), Direktur Utama Pelabuhan Indonesia (Persero), Direktur Utama Kawasan Industri Terpadu Batang, Direktur Utama Sarana Pembangunan Jawa Tengah, Bupati Batang, serta Direktur UtamaDanareksa (Persero).
Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Ali Murtopo Simbolon, menegaskan bahwa pengembangan dryport ini sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat sistem logistik nasional.
“Penguatan konektivitas berbasis rel dan integrasi dengan pelabuhan menjadi kunci untuk menurunkan biaya logistik nasional, inisiatif seperti di Industropolis Batang ini adalah contoh konkret bagaimana kolaborasi dapat menghadirkan solusi nyata bagi efisiensi dan daya saing ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Direktur Utama Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa konektivitas berbasis rel akan menjadi game changer dalam sistem distribusi logistik.
“KAI siap mendukung penuh pengembangan dryport ini melalui penyediaan jaringan dan layanan angkutan barang berbasis rel yang andal, efisien, dan berkelanjutan. Integrasi antara kawasan industri dan jaringan kereta api akan memberikan nilai tambah signifikan bagi para pelaku industri,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa proses groundbreaking pengembangan dryport ditargetkan dapat dimulai pada Juni 2026 sebagai bagian dari percepatan implementasi proyek ini. Dari sisi kepelabuhanan, Direktur Utama Pelabuhan Indonesia (Persero), Achmad Muchtasyar, menilai bahwa kehadiran dryport akan memperkuat ekosistem pelabuhan nasional.
“Dryport Industropolis Batang akan menjadi perpanjangan dari layanan pelabuhan yang memungkinkan proses logistik dilakukan lebih dekat dengan kawasan industri. Ini akan meningkatkan efisiensi, mempercepat arus barang, dan memperkuat konektivitas dengan jaringan pelabuhan global,” ujarnya.
Dikembangkan di atas lahan sekitar 30 hektare, dryport ini dirancang memiliki kapasitas awal hingga 600.000–650.000 TEUs per tahun dan berpotensi meningkat hingga 1.000.000 TEUs seiring pertumbuhan kawasan dan permintaan pasar. Kehadiran fasilitas ini akan menjadi salah satu simpul logistik darat paling strategis di Indonesia, memperkuat konektivitas antara kawasan industri di Jawa Tengah dengan pelabuhan utama nasional maupun jaringan perdagangan global.(ant)
.gif)


























.jpg)




