

BATANG, seputarbisnis.id – Meningkatnya jumlah tenant yang sudah beroperasi saat ini ditengah geopolitic tidak mengurangi semangan produksi di factory baja dalam negeri, seperti produsen grinding ball Elecmetal Longteng Indonesia bakal ekspor ke berbagai negara di Asia Eropa dan Amerika. Mobilitas manufacture dari industri yang ada di KEK Industropolis KITB tersebut juga mendesak untuk segera dibangun dry port untuk mendukung proses pengangkutan barang lebih cepat dan di over load dan over dimensi, Kamis (16/04)
Pabrik Grinding Ball dari PT. Elecmetal Longteng Indonesia resmi beroperasi di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah. Kehadiran industri ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat rantai pasok industri pertambangan sekaligus mendorong indonesia sebagai basis produksi berorientasi ekspor. Dengan beroperasinya pabrik ini, Indonesia tidak hanya memperkuat substitusi impor, tetapi juga membuka peluang besar untuk meningkatkan ekspor produk logam bernilai tambah ke pasar dunia.
Pembukaan pabrik grinding ball asal perusahaan Amerika Selatan ini dibuka oleh Wakil Menteri Perindustrian RI dan sejumlah jajaran investor lainya. Direktur Utama Kawasan Industri Terpadu Batang, Ngurah Wirawan menyebut pembangunan pabrik ini tergolong sangat cepat, hanya dalam waktu lima belas bulan sejak peletakan batu pertama, fasilitas produksi sudah bisa beroperasi.
“Investasi tahap awal mencapai sekitar USD 50 juta dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak seratus lima puluh orang, produk grinding ball memiliki peran vital dalam proses hilirisasi tambang, mulai dari nikel, tembaga, hingga batu bara,”ungkapnya.
Sementara Chairman Board Me Elecmetal Rolando Medeiros mangatakan, Indonesia sebagai lokasi strategis untuk ekspansi global perusahaan. Pabrik di Batang disebut sebagai bagian dari strategi internasionalisasi untuk menjangkau pasar dunia.
‘Fasilitas ini dirancang sebagai basis produksi ekspor dengan standar global, pengiriman perdana direncanakan ke Meksiko dan selanjutnya menyasar pasar Australia, Amerika Serikat, hingga Kanada,”katanya
Kehadiran perusahaan konsorsium asal Chile dan China ini membuat bertambah deretan pabrik yang berdiri di Kawasan Ekonomi Khusus KITAB. Saat ini total Invesor atau tenant yang sudah ada sebelas pabrik sudah beroperasi di kawasan Inudstropolis Batang.(ant)
.gif)

























.jpg)




