KENDAL, seputarbisnis.id – Sukses Kelola Kawasan Industri Kendal (KIK) dengan Skema Bisnis Government to Government, yang diresmikan pada masa Pemerintahan Presiden Jokowi yang ditanda tangani langsung oleh kedua kepala negara Indonesia-Singapore pada tahun 2016 lalu. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal kian giat berperan sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri paling progresif di Indonesia sekaligus menjadi simbol keberhasilan kolaborasi strategis antara Indonesia dan Singapura. Seiring dengan pembangunan perluasan kawasan ini, KEK Kendal tidak hanya menambah kapasitas lahan industri, tetapi juga memperkuat kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional, Kamis (21/05).
Proyek kolaborasi antara Jababeka Tbk dan Sembcorp Development dari Singapore ini diresmikan langsung oleh pemimpin kedua negara yakni Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapores Lee Hsien Loong pada Tanggal 14 November 2016. Sebagai Kawasan Industri atau yang kini diberi status Kawasan Ekonomi Khusus tengah berkembang pesat dan Sustainable. Memasuki satu Dekade kerjasama pengembangan KEK Kawasan Industri Kendal Pemerintah Indonesia terus melakukan komunikasi inten terhadap para pemangku kepentingan di negeri Singa tersebut.
Dalam pertemuan bilateral antar negara yang dilakukan oleh Menteri Singapura Vivian Balakrishnan dan Menlu Sugiono, disebutkan bahwa bahwa kemitraan ekonomi yang terbangun melalui pengembangan KEK Kendal merupakan contoh konkret kerja sama yang saling menguntungkan. Pemerintah Indonesia menyampaikan bahwa kolaborasi ini telah membuka ruang investasi baru, mempercepat industrialisasi daerah, serta menciptakan lapangan kerja. Sementara itu, Pemerintah Singapura menegaskan bahwa KEK Kendal menjadi model keberhasilan pengembangan kawasan industri terintegrasi di Indonesia yang mampu memberikan kepastian, efisiensi, dan daya saing bagi investor global.
Executive Director KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum menyampaikan bahwa keberhasilan kawasan ini tidak terlepas dari sinergi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta mitra strategis dari Singapura.
“Kawasan Ekonomi Khusus Kendal dibangun dengan visi jangka panjang untuk menjadi pusat pertumbuhan industri modern yang berdaya saing global, kami melihat kepercayaan investor terus meningkat, dan ini menjadi tanggung jawab kami untuk menjaga kualitas kawasan, memperkuat ekosistem industri, serta memastikan bahwa pertumbuhan investasi berjalan seiring dengan penciptaan lapangan kerja dan manfaat ekonomi bagi Masyarakat” ungkapnya.
Juliani menambahkan bahwa KEK Kendal tidak hanya berfungsi sebagai kawasan industri, tetapi juga sebagai pendorong transformasi ekonomi daerah. Dengan dukungan kebijakan yang konsisten, serta kolaborasi internasional yang solid, KEK Kendal optimistis dapat terus memperkuat posisinya sebagai pusat industri Kabupaten Kendal dan salah satu motor pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.
Data menyebutkan ekonomi Jawa Tengah terus menunjukkan peningkatan dengan realisasi investasi Triwulan I 2026 sebesar Rp 23.02 triliun atau tumbuh 5.35 persen secara year-on-year, serta tren peningkatan yang konsisten sejak 2021 hingga Triwulan I 2026. Kabupaten Kendal menjadi salah satu kontributor terbesar dalam capaian tersebut dengan realisasi investasi Triwulan I 2026 sebesar Rp 3.61 triliun. Bahkan pada tahun 2024, Kendal tercatat sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Jawa Tengah.
Adapun hingga Triwulan I 2026, Kawasan Industri Kendal telah memiliki 139 pelaku usaha dengan total komitmen investasi mencapai Rp 189.16 triliun dan total penyerapan sekitar 42 ribu tenaga kerja. Sektor industri yang tumbuh pun cukup beragam, mulai dari industri otomotif, renewable energy, elektronik, farmasi dan alat kesehatan, fashion, furnitur, F&B, hingga sektor industri pendukung lainnya.
Hingga kini, jumlah pelaku usaha terus bertambah dan permintaan terhadap lahan industri tersebut terus meningkat. Seiring dengan tingginya minat tersebut, perluasan dari KEK Kendal pun ditujukan untuk memperkuat ekosistem industri terintegrasi, mencakup peningkatan infrastruktur, fasilitas logistik, utilitas kawasan, serta dukungan layanan perizinan yang semakin efisien.(ant)
.gif)






















.jpg)




