KENDAL, seputarbisnis.id – Untuk mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat diberbagai desa yang ada di Pemerintahan Daerah Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Bupati Kendal Jawa Tengah, Dyah Kartika Permasari Terjun langsung ke lapangan. Dalam program Bersatu Siaga memberikan sejumlah bantuan seperti alat kesehatan dan bibit tanaman, supaya alam tetap terjaga, sebagai mana yang dikeluhkan para petani Desa Pesaren Kecamatan Sukorejo,”Minggu (27/07).
Program “Bersatu Siaga” yang tengah digalakan oleh Bupati dan Wakil Bupati Kendal saat ini mendapat respon positif dari Masyarakatnya, khususnya yang tinggal jauh dari Ibu Kota Kabupaten. Bupati Dyah Kartika Permanasari bersama jajaranya melaksanakan program tersebut bergiliran di Desa Pesaren Kecamatan Sukorejo, yang menjadi bagian dari rangkaian acara bersih desa sembari mendengarkan langsung aspirasi dari warganya yang mayoritas menekuni dunia pertanian.
Sejumlah Bantuan juga diserahkan ke warga, mulai dari alat kesehatan kursi roda, penanaman bibit pohon bersama warga dan jajaran Perangkat Desa Pesaren. Kegiatan ini harus dilaksanakan sebagaimana bentuk komitmen pemerintah terhadap pelestarian linglungan serta sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan sangat urgent dilakukan adanya penghijauan di Kabupaten Kendal.
Bupati Kendal mengatakan, Menanam pohon tersebut merupakan bentuk investasi jangka panjang bagi kehidupan, paslanya pohon itu bukan hanya memperindah lingkungan, juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan alam, menyerap polusi, dan mencegah bencana seperti tanah longsor dan banjir yang kerap melanda daerah pesisir Kota Kendal. Selain itu juga menekankan pentingnya menjaga lingkungan sebagai tanggung jawab bersama, bukan hanya Pemerintah saja, karena permasalahan Sampah harus diselesaikan dari hulu yakni diawali dari rumah tangga dan diri kita sendiri.
“Permasalahan Persampahan tidak cukup dibebabnkan di Oemerintah saja, dikarenakan semua pihak harus ikut andil, diawali dari individu, rumah tangga, dan yang paling utama kesadaran diri serta tanggung jawab moral harus dibangun bersama supaya bersih dan sehat,”ujarnya.
Hadir dalam acara Bersatu Siaga tersebut Dandim 0715 Kendal Letkol Inf Bagus Setyawan, Kajari Kendal Lila Nasution, Pimpinan Baznas Kendal, serta sejumlah Kepala Dinas Terkait.
Sejumlah Warga Pesaren dalam kesempatan tersebut, sambat akan kebutuhan Dunia Pertanian yang belum maksimal mendapatkan perhatian, seperti alat traktor, pembangunan jalan usaha tani, irigasi, embung, serta bibit pohon yang harus segera direalisasikan guna menjaga ekosistem alam. Sejak adanya longsor di 60 titik menyebabkan rusakna saluran irigasi, sehingga kebutuhan petani di Desa Pesaren sangat mendesak, lantaran sudah mengancam dunia pertanian.
Mendengar keluhan warganya para petani yang meminta bantuan tersebut, pemda saat ini baru bisa mendata, dan akan dimasukan ke RAPBD Tahun 2026, mengingat tahun ini sudah closing dan terkendala Efisiensi, pungkas Dyah Kartika.(ant)
.gif)


























.jpg)




