KENDAL, seputarbisnis.id – Momen Bersatu Siaga dengan Agenda Resik-Resik Pondok (Ro’an) berlangsung di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi,in Jamberaung Kecamatan Petebon Kabupaten Kendal Jawa Tengah, berlangsung hikmad. Meskipun kegiatan pemerintahan, namun suasana kesakralan ala Ponpes tetap terlihat, terlebih dihadiri Gus Taj Yasin dan Beny Karnadi yang terus menekankan budaya pesantren harus selalu dijaga dan berpesan kepada para santri untuk selalu mengamalkan Nadhom Alala Tanalul Ilma Illa bisittatin, sebagai pondasi utama dalam menuntut ilmu, Jumat (17/10).
Agenda dalam rangka menjaga kondusifitas Wilayah dengan Bersih Desa Tampung Aspirasi Warga (Bersatu Siaga) bersama resik-resik pondok (Ro’an), dihadiri langsung Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, Wakil Bupati Kendal Beny Karnadi beserta jajaranta. Turut hadir secara langsung Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dan Kepala Kantor Wilayah atau Kakanwil Kemenag Saiful Mujab. Forkompincam serta Perangkat Desa Se-Kecamatan Patebon juga memenuhi lokasi bergabung satu tempat bersama para santri-santriwati Ponpes Hidayatul Mubtadi’in.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan kegiatan Bersatu Siaga biasanya dilakukan di wilayah Desa, khusus saat ini sengaja dilaksanakan di lingkungan Pondok Pesantren sebagai bagian dari rangkaian memperingati Hari Santri Nasional. Selain itu Kabupaten Kendal juga masuk dalam nominasi Pesantren Award untuk kategori Kabupaten dan Kota, sehingga moment sejaharah tersebut patut diimpilimentasikan dengan mengisi kegiatan di pesantren.
“Pemda Kendal terus berkomitmen dalam kegoatan dan program yang melibatkan Pondok Pesantren, baik dari sisi pendidikan, sosial, maupun pemberdayaan santri yang sudah berbaur di masyarakat luas,”ujarnya
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menjelaskan makna dari kegiatan Ro’an yang dilakukan oleh para santri sangatlah penting. Bukan sekedar bersih-bersih lingkungan saja, melainkan juga mencerminkan nilai kebersamaan dan kontribusi nyata dalam menjaga semangat nilai gotong royong di lingkungan sekitar, serta bagian penting bekal hidup selama menuntut ilmu di Pesantren.
“Pesantren sebagai tempat mencari ilmu tidak cukup mencerdaskan Akal semata. Tetapi juga menata dan mempertajam Hati seseorang itu dengan cara tarbiyah melatih kesabaran,”tuturnya.
Hal Senada juga disampaikan oleh Wakil Bupati Kendal Beny Karnadi yang juga santri dimasanya, kegiatan Ro’an di Pesantren sangat diperlukan dan menjadi salah satu indikator tahapan pendidikan terhadap lingkungan sekitar. Sebagai Santri juga tidak cukup belajar pendidikan formal, namun pendidikan pesantren sangat bagus bisa membangun pondasi kehidupan sebelum terjun langsung ke masyarakat luas, namun tentunya harus berproses dan bertahap sesuai tingkatan atau urutan dalam menuntut ilmu.
“sebagai Wakil Bupati yang juga pernah nyantri saat itu, pendidikan di Pesantren sangat bagus terlebih selama proses pendidikan anak-nakan bisa mengamalkan Nadhom Alala Tanalul Ilma Illa bisittatin dengan baik, insha Alloh ilmua berkah barokah untuk bekal dunia akhirat,’ungkapnya.
Ke enam Syarat menuntut ilmu selama dipesantren tersebut meliputi; Memiliki Kecerdasan yang memadai untuk menerima pelajaran (Dzakain/ cerdas), Memiliki Kemauan dan semangat yang tinggi untuk belajar (Hirshin/ semangat), Memiliki Kesabaran dalam menghadapi proses belajar yang terkadang sulit (Shabrin/ Sabar), Belajar langsung dari guru yang kompeten (Wa Ustazin/ Guru), Membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk menguasai ilmu (Wa thulizamanin/ waktu yang lama), Membutuhkan biaya atau dukungan finansial dalam proses belajar (Wa malin/ biaya)
Nadhom tersebut dilafalkan bersama-sama para Santri yang dipimpim langsung oleh Wakil Bupati Jawa Tengah, saat kegiatan Ro’an di Ponpes Hidayatul Mubtadi,in Jamberaung Kecamatan Petebon.(ant)
.gif)


























.jpg)




