BATANG, seputarbisnis.id – Maraknya kejadian keracunan makanan usai menyantap menu makan dari program Makan Bergizi Geratis beberapa waktu lalu di sejumlah lembaga pendidikan yang menjadi buah bibir masyarakat. Ketua DPRD Kabupaten Batang Su’udi selaku wakil rakyat tidak menginginkan warganya salah makan menu tidak standar program Pemerintah Pusat, dan menghimbau ke para SPPG Profesional di dapur MBG untuk lebih mengantisipasi dini dengan meningkatkan quality controlnya, Senin (24/11).
Para wakil rakyat yang sibuk dengan melaksanakan kegiatan rapat paripurna di gedung dewan, sangat mendukung adanya program makan bergizi geratis yang sudah berjalan diberbagai daerah, salah satunya di wilayah Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Namun dalam pelaksanaanya memang tidaklah mudah, terlebih dengan quantity yang cukup banyak, sehingga berimplikasi terjadinya insiden atau adanya temuan para penerima mengalami keracunan usai menyantap menu yang diproduksi di dapur SPPG.
Menanggapi hal tersebut, ketua DPRD Batang Su’udi mengajak kepada semua pihak, khususnya yang terlibat dalam SPPG di dapur MBG masing-masing, untuk jangan menyepelekan kontrol selama proses di dapur, mulai dari awal penyajian bahan logistic, proses memasak, hingga penyajian food try. Dengan meningkatkan QC atau Quality Control oleh para petugas, setidaknya sudah meminimalisir dari awal untuk melakukan pencegahan supaya bahan-bahan atau penyebab keracunan bisa teridentifikasi lebih dini sebelum disajikan ke penerima manfaat.
“Segala aspek terkait potensi keracunan makanan untuk diantisipasi supaya manfaatnya program Presiden Prabowo-Gibran dirasakan betul oleh para generasi muda, dengan melakukan langkah-langkah antisipasi sedini mungkin, sehingga tidak ada lagi kejadian keracunan makanan makan bergizi geratis di Batang,”jelasnya.
Sebagai seorang politisi senior dari Partai Kebangkitan Bangsa, mendukung program pemerintah pusat tapi juga mengawalnya dengan baik. Namun juga tidak bisa berpangku tangan atas beberapa kali adanya temuan kualitas makanan yang diduga kurang standar yang menyebabkan adanya kejadian keracunan makanan dari program MBG, dirinya menekankan para petugas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi jangan terlena dan selalu koordinasi dengan para pihak selama proses di dapur hingga penyajian ke Lembaga Pendidikan.(ant)
.gif)


























.jpg)




