Home Kota Batang Proyek Jargas Masuk Desa Main Serobot Gali Tanah Tanpa Permisi

Proyek Jargas Masuk Desa Main Serobot Gali Tanah Tanpa Permisi

71
0
Warga ketua RW 3 Gandil tengah melihat galian jargas

BATANG, seputarbisnis.id – Proyek Strategis Nasional (PSN) pemasangan jaringan pipanisasi saluran gas atau LPG ke pelosok desa, saat ini tengah berlangsung secara serentak diberbagai daerah, khususnya di Pantura Jawa Tengah. Namun sangat disayangkan dalam kegiatan tersebut, para warga yang dilintasi pemasangan pipa tidak ada pemberitahuan dan main serobot tanpa adanya permisi langsung melakukan penggalian yang menyebabkan mobilitas warga terganggu,”Selasa (16/12).

Seperti yang tengah berlangsung disejumlah Desa di Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang, Jawa Tengah, proses pipanisasi jaringan LNG yang menggunakan jaringan induk Cirebon-Semarang, diawali dari Desa Lebo dan berlanjut ke sebagian 6 desa lainya. Proses penggalian yang dilaksanakan oleh perusahaan PT. Kian Santang Muliatama tersebut cukup bagus karena mengikuti standar mutu penanaman pipa jalur gas yakni dengan kedalaman 1 koma 5 meter, namun demikian sebagai kegiatan proyek strategis nasional atau PSN tersebut disesalkan sebagian masyarakat, karena kurangnya sosialisasi dan mengejutkan warga terdampak merasa tidak nyaman.

Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang warga yang juga sebagai ketua RW III Dukuh Gandil Desa Lebo Gringsing, kaget tiba-tiba banyak orang asing dari luar daerah membawa perlengkapan alat cangkul melakukan penggalian tanah di lingkunganya. Setelah menanyakan kegiatan tersebut ke para pekerja, baru ada perwakilan dari perusahaan pelaksana menemui kita dan menyampaikan kalau ada penggalian tanah untuk penanaman pipa jaringan gas yang materialnya mengganggu aktifitas warga karena badan jalan makin sempit serta becek manakala turun hujan.

“Selaku ketua RW saja tidak tahu adanya pemasangan pipa gas, tidak heran ada warga lain yang menghentikan kegiatan tersebut karena merasa tidak nyaman,”Ungkapnya.

Sementara itu perwakilan dari perusahaan pelaksana humas PT. Kian Santang Muliatama Muhammad Fathoni membantah kalau belum ada sosialisasi untuk pekerjaan pemasangan pipa jalur gas yang melintasi jalan di Desa. Pihaknya sudah mengumpulkan semua pihak dari perwakilan Pemerintah Kabupaten, Kecamatan, sampai Pemerintah Desa hingga ketua RT dan RW, yang berlangsung di Kantor Balai Desa Krengseng. Namun terkait teknis dilapangan seperti apa yang dilakukan para perwakilan tersebut, dengan masih menyisakan adanya warga tidak mendapatkan infromasinya, terdapat 7 Desa di Kecamatan Gringsing dengan 5800 calon pelanggan.

“Dari perusahaan sudah melakukan sosialisasi hingga kulonuwun permisi atau sowan ke para ketua RT masing-masing, namun tidak tahu kalau masih ada kejadian warga tidak mengetahuinya,”ujarnya.

Akibat pesan atau sosialisasi dengan mengundang perwakilan Desa kurang maksimal dalam menyampaikan ke warga, sampat ada yang dihentikan sementara karena merasa keberatan, terlebih adanya para pekerja yang main gali tepat disisi pondasi rumah dan pengambilan air kran milik warga untuk menyiram tanah yang keras tanpa adanya permisi atau tatakrama.

Diperkirakaan kegiatan tersebut dengan proses pemulihan kondisi jalan harus menunggu selama 8 bulan setelah selesai uji coba baru dilakukan perbaikan, sehingga selama masih berlangsung, warga harus waspada dan bersabar dengan kondisi banyak lubang galian di bahu jalan dengan material yang membuat badan jalan menyempit.(ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here