BATANG, seputarbisnis.id – Padatnya Arus lalu lintas di Jalur Pantura Alas Roban Trans Jawa, mengharus para pengguna jalan harus ekstra hati-tiap tiap melintas di jalan nasional tersebut. Lengah sedikit nyawa bisa melayang menjadi korban keganasan jalanan seperti yang dialami seorang Balita menjadi Korban laka lantas saat diboncengkan emak-emak menggunakan sepeda motor, Kamis (20/11) petang.
Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor dan truk terjadi di jalur pantura wilayah Kabupaten Batang. Seorang anak berusia 3 tahun yang dibawa atau digonceng emak-emak berusia 50 tahun, yang mengendarai Sepeda Motor Honda Vario meninggal dunia usai menabrak bagian belakang truk bak kayu di Jalan Raya Desa Kandeman, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Sebagaimana yang dikatakan Zebra 1 Polres Batang AKP Eka Hendra Ardiansyah membenarkan peristiwa kecelakaan tersebut. Insiden terjadi sekitar pukul 17.40 WIB di jalur pantura yang diketahui cukup padat kendaraan.
“Benar, telah terjadi kecelakaan lalu lintas antara sepeda motor dan truk di jalur pantura wilayah Kandeman pada Kamis sore,”kata AKP Eka.
Adapun kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut yakni sepeda motor (SPM) Honda Vario nomor polisi G-4065-V dan sebuah kendaraan besar bermotor (KBM) truk bak kayu Mitsubishi nomor polisi G-8130-OB. Akibat kecelakaan itu, kerugian materi ditaksir mencapai sekitar Rp1.000.000.
Dari data kepolisian, pengendara sepeda motor Honda Vario diketahui bernama Selfi Dwi Mastuti, perempuan berusia 50 tahun, warga Dukuh Salam, Desa Bakalan, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang. Yang bersangkutan berprofesi sebagai ibu rumah tangga.
Sementara pengemudi truk bak kayu Mitsubishi bernama Sucipto, laki-laki berusia 35 tahun, warga Jalan Kusuma Bangsa RT 01 RW 09 Kelurahan Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan.
Bocah bernama Adhitama Satya Pradipta, laki-laki berusia 3 tahun merupakan anak dari Selfi Dwi Mastuti yang dibonceng.
Dalam kejadian tersebut, Selfi mengalami luka robek pada dagu serta patah tulang tertutup pada tangan kanan. Saat dievakuasi, korban dalam kondisi sadar dan langsung dilarikan ke RS QIM Batang untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, Adhitama, sang anak mengalami luka memar pada bagian dada. Meski sempat mendapatkan penanganan medis di RS QIM Batang, nyawa bocah malang tersebut tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.
Kasus Kecelakaan Maut yang memakan korban seorang balita tersebut kini masih dalam penanganan Satlantas Polres Batang, Jawa Tengah.(ant)
.gif)


























.jpg)




