Home Kota Batang KTNA-HNSI Kawal Nelayan Batang Bisa Berkolaborasi Dengan KITB

KTNA-HNSI Kawal Nelayan Batang Bisa Berkolaborasi Dengan KITB

42
0
Ketua ktna batang sulemi (tengah), ketua hnsi batang teguh (kanan)

BATANG, seputarbisnis.id – KTNA sebagai organisai HNSI akan terus mengawal baik permasalahan sosial dan keterlibatan Nelayan lokal untuk bisa berkolaborasi dengan KEK Industropolis KITB. Hal tersebut disampaikan saat para pengurus Organisasi Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Batang menggelar kunjungan kerja ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Celong, Desa Kedawung Kecamatan Banyuputih.

Ketua DPC HNSI Batang, Teguh Tarmudjo, memimpin rombongan bersama Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Batang Sulemi dalam agenda yang berfokus pada dialog dan penyampaian keluhan dari masyarakat pesisir. Tujuannya untuk melihat secara langsung kondisi nelayan yang hidup berdampingan dengan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

“Kami datang untuk bersilaturahmi dengan nelayan-nelayan di wilayah sini dan mencari informasi riil tentang kondisi mereka sekarang,” ujar Teguh, Senin (17/11).

Ketua KTNA Kabupaten Batang Sulemi saat menghadiri acara tersebut mengatakan sangat mengapresiasi pola komunikasi yang bagus dan uda berjalan selama ini. Menanggapi isue yang tengah terjadi dilingkungan nelayan di pantai celong yang masuk dalam penyangga kawasan industri uda dikoordinasikan ke pihak-pihak terkait dalam hal ini pengelola KITB, semoga saja segera difollow up dan teratasi dengan baik.

“Kita sebagai pengurus tingkat kabupaten akan selalu menggali informasi ke semua anggota, baik permasalahan sosial atau peluang bisnis yang bisa kita pasarkan ke Kawasan Industri,”ujarnya.

Teguh juga menambahkan bahwa pertemuan tersebut dihadiri perwakilan sekitar 40 nelayan Celong yang memberikan gambaran langsung mengenai situasi di lapangan. Namun ada satu keluhan yang cukup sering muncul dari masyarakat setempat terkait sisa material konstruksi KITB yang terbawa banjir ke bibir pantai saat masa pembangunan.

“Dulu ketika proses konstruksi itu ada material-material yang jatuh ke laut di bibir pantai, dan itu minta dikeruk,” jelasnya.

Teguh menegaskan bahwa persoalan tersebut telah disampaikan kepada pihak KITB yang hadir dalam forum tersebut.

“Kami sudah ketemu dengan perwakilan KITB, dan itu nanti akan dicarikan solusi terbaik,” ujarnya.

Ia menilai persoalan itu tidak perlu dirisaukan secara berlebihan karena dapat ditangani melalui koordinasi lintas pihak.

Teguh kemudian menyoroti perubahan sosial ekonomi yang tidak terelakkan sejak hadirnya kawasan industri tersebut.

“Dengan keberadaan KITB ini secara otomatis mempengaruhi pola sosial ekonomi masyarakat Celong,” katanya.

“Yang sebelumnya masyarakat Celong ini murni sebagai nelayan, sekarang mau tidak mau harus menyesuaikan karena ada budaya industri,” terangnya.

Meski demikian, identitas Celong sebagai kampung nelayan tetap terjaga, termasuk melalui hubungan koordinasi lintas sektoral. Selama ini, sekitar 300 nelayan Celong terus berkoordinasi dengan HNSI apabila ada persoalan di lapangan yang membutuhkan penyikapan cepat.

“Alhamdulillah kalau ada sesuatu yang perlu disikapi, nelayan di Celong selalu berkoordinasi dengan HNSI,” ujar Teguh.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama kunjungan hari itu adalah memastikan tidak ada dampak negatif signifikan yang menimpa masyarakat pesisir Celong akibat pengembangan kawasan industri nasional tersebut.

“Konsen kami hari ini hanya ingin memastikan bahwa masyarakat Celong dalam keadaan baik-baik saja dan tidak terimbas dampak negatif dari keberadaan KITB,” tegasnya.

Teguh menutup dengan komitmen bahwa HNSI akan terus menjadi jembatan antara nelayan dan pemerintah maupun pengelola kawasan industri agar harmoni sosial dapat terjaga di wilayah pesisir Batang.(ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here