KENDAL, seputarbisnis.id – Kompleksitas permasalah sampah diberbagai daerah masih terur bergulir dan tidak sedikit Pemerintah Daerah terkena sanksi. Berbagai terobosan dan inovasi terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, seperti yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup bekerjasama dengan BRIN bakal menjadikan sampah menjadi energy terbarukan seperti BBM jenis Solar, Rabu (15/04)
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Darupono yang sudah overload dalam menampung sampah di Kabupaten Kendal, kedepan bakal berubah menjadi lokasi sumber energy yang dihasilkan dari limbah manusia. Dengan produksi sampah yang mencapai 437 ton perharinya, DLH setempat selain bakal mensupli ke pabrik pengolahan sampah di Kota Semarang sebanyak 100 ton perhari, sisanya akan dikelola oleh Lingkungan Hidup dengan menggandengan Badan Riset dan Inovasi nasional, untuk menyulap sampah tersebut menjadi bahan bakar minyak seperti Petasol.
Kepadala Dinas Lingkungan Hidup Kendal Aris Irwanto yang tak lama lagi akan memasuki purna tugas tersebut mengatakan, dari jumlah produksi sampah yang mencapai ratusan ton tiap harinya tersebut, kedepan tidak lagi cukup di tumpuk menggunung di TPA, namun bakal di ulah menjadi produk yang menhasilkan cuan. Seperti memasok sampah ke Kota Semarang, dan mengolah menjadi produk ekonomis lainya khususnya energy terbarukan, Jumat (10/04).
“Pengolahan sampah di Kabupaten Kendal tidak lagi diangkut lalu dikumpulkan di TPA, namun bakal diolah mulai dari tingkat Desa atau Kelurahan untuk dijadikan produk yang punyai nilai jual, sementara di tingkat kabupaten sudah melakukan penelitian yang terus dikembangkan dengan meghasilkan bahan bakar minyak seperti Petasol atau Solar,”ungkapnya.
Kolaborasi bersama BRIN dalam pengelolaan sampah, DLH Kendal menganggarkan Rp 1,3 Miliar dengan menjadikan salah satu Desa untuk dijadikan percontohan dan menjadi tempat riset pengembangan bahan bakar minyak Petasol.(ant)
.gif)


























.jpg)




