Home Berita Utama Gubernur Jateng Apresiasi KIK Kendal Jadikan Role Model Aglomerasi Daerah Lainya

Gubernur Jateng Apresiasi KIK Kendal Jadikan Role Model Aglomerasi Daerah Lainya

29
0
Prosesi penyerahan penghargaan Anugerah Dharma Arthapraja utama gubernur jateng dan direksi kik kendal

KENDAL, seputarbisnis.id – Sebagai mesin penggerak cepat roda perekonomian, dengan serapan tenaga kerja dibidang industry padat karya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Gubernur Jawa Tengah mengapresiasi kemajuan KIK Kendal yang signifikan, dengan serapan sedikitnya mencapai 35.000 Man Power. Melihat keberhasilan yang dicapai Kawasan Industri Kendal, Ahmad Lutfi dengan Aglomerasi Jadikan kawasan tersebut sebagai role model untuk daerah lainya di jateng, dengan membuka peluang supaya membuka Kawasan Khusus yang sama, Rabu (15/10).

Dalam acara Future Forum 2025 yang gelar Kawasan Industri Kendal dengan menghadirkan ratusan ekspatriat, perwakilan pengusaha lokal, UMKM dari Daerah serta dari unsur pemerintahan Provinsi dan Kabupaten. Gubernur Jawa tengah Ahmad Lutfi dan Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari Hari langsung di grand ballroom Padma Hotel Semarang. Dalam kesemapatan tersebut, orang nomor satu di Jateng tersebut mengatakan, daerah lain kabupaten dan kota di Jawa Tengah untuk bisa segera membuat Aglomerasi baru supaya serapan tenaga kerja yang bersisifat padat karya tersebut bisa terealisasi dengan cepat. Hal tersebut bisa dilihat perkembangan nilai Investasi di Jawa Tengah sudah mendekati Rp 57 triliun pada kwartal ke-3 dengan 65 % investasi dari luar negeri, capai tersebut membuktikan bahwa berinvestasi di jawa tengah sangat bagus dikarenakan kondussifitaswilayah dan keamanan terjamin penuh serta perijinan yang mudah.

“Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah untuk bisa segera mengajukan Aglomerasi baru, dikarenakan dengan adanya kawasan industry desa-desa penyangga bakal terpangaruh perputaran ekonomi yang membawa dampak positif, dengan pengawalan dari pemerintah provinsi yang berkolaborasi bergerak bersama pemerintah Dati II untuk kompak,”ujarnya.

Sementara itu Executive Director KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum mengatakan, dalam menyukseskan sebuah Kawasan Ekonomi Khusus tidaklah mudah, yakni perlu kekompakan atau sinergitas menyamakan frekuensi dari berbagai pihak terkait dan membawa manfaat masyarakat lokal dan daerah disekitar, dengan serapat 35.000 tenaga kerja terbagi 80 % SDM lokal dari 53 Tenang yang sudah beroperasi dan 30 Tenant sedang proses konstruksi. Dalam penyerapan Sumber Daya Manusia juga harus melibatkan berbagai pihak, mulai dari Perguruan tinggi, LPK, UMKM, dan Pemerintahan untuk mencipatkan Soft Skill yang kompetitif, sehingga bisa lebih maksimal mengawal Local Wisdown.

“Tidak berhenti hanya di fresh graduate saja dalam pembekalan keahlian khusus, Pihak KEK Kawasan Industri Kendal Juga bakal menyasar kaum marginal yang harus kita bekali keterampilan khusus yang dibutuhkan oleh para tenant, sehingga jangan sampai ada anggapan KIK kurang membawa manfaat masyarakat sekitar,”tuturnya.

Akhir dari kegiatan Future Forum 2025 tersebut, diakhiri dengan Apresiasi Penghargaan untuk para pelaku Usaha dan Penghargaan untuk Government yang sudah bekerjasama kolaborasi membangun Kawasan Ekonomi Khusus.(ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here