Home Kota Batang Geger, Menu MBG Kemasan Plastik Busuk Diterima SD 1 Watesalit Batang

Geger, Menu MBG Kemasan Plastik Busuk Diterima SD 1 Watesalit Batang

110
0
bb menu mbg dibungkus plastik di ruang guru sdn 1 watesalit batang

BATANG, seputarbisnis.id – Disinyalir kurang perhatikan Standar Operasional Peoduksi makanan dalam jumlah besar, mengakibatkan makanan yang didistribusikan ke para pelajar sudah diketahui sudah membusuk saat diterima pisak lembaga pendidikan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 1 Watesalit, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, dikeluhkan sejumlah wali murid karena tidak layak untuk dimakan dan mengancam kesehatan,”Senin (03/11).

Seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, anaknya sering membawa pulang menu MBG dengan kondisi tak layak makan.

Mereka menilai menu yang dibagikan kepada siswa tidak layak konsumsi dan dikemas tidak seperti pada umumnya menggunakan Food Tray akan tetapi malah memakai kantong plastik.

“Telurnya busuk, nasinya tidak ada, hanya berisi beberapa snack yang tidak layak,” ujarnya.

Ia mengaku kerap memperingatkan anaknya agar tidak langsung memakan makanan dari program tersebut sebelum diperiksa.

“Karena kita sebagai orangtua tentu khawatir. Seperti hari Sabtu kemarin juga ada menu busuk, hari ini juga sama. Jadi otomatis saya larang anak saya makan,” katanya.

Dari hasil penelusuran oara awak media di SDN 1 Watesalit, menu yang dibagikan kepada siswa tampak sederhana dan tidak memenuhi standar gizi seimbang. Dalam satu paket menu MBG, hanya terdapat satu buah pisang, satu bungkus kacang polong, satu butir telur, satu potong tempe, dan puding jagung.

Beberapa menu bahkan dikemas dengan kantong plastik putih transparan tanpa label, yang menurut orangtua dan guru terlihat tidak higienis.

“Kemasan juga tidak menarik dan tidak seperti yang dijanjikan dalam program. Ini bukan hanya soal tampilan, tapi juga kualitas dan kebersihan makanan,” ujar salah satu guru yang enggan disebutkan namanya.

Kepala SDN 1 Watesalit, Sri Mundiasih, membenarkan bahwa selama seminggu terakhir pihaknya menerima menu MBG berupa makanan kering, bukan nasi seperti biasanya.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut disebabkan oleh kendala teknis dari pihak penyedia atau SPPG (Satuan Pelaksana Program Gizi).

“Iya, sudah seminggu ini menunya bukan nasi, hanya kue-kue dan snack. Katanya karena ada perbaikan jembatan, jadi pengiriman menu nasi sementara ditiadakan,” ujar Sri saat ditemui di ruang kerjanya.

Ia menunjukkan beberapa paket MBG yang baru dikirim pagi itu. Paket tersebut berisi jajanan ringan dan telur rebus dalam kantong plastik putih.

Sri mengakui, pihak sekolah tidak memiliki kewenangan untuk mengatur menu karena sepenuhnya ditentukan oleh penyedia makanan yang telah ditunjuk pemerintah.

“Kami hanya menerima dan mendistribusikan sesuai jadwal. Tapi kalau memang ada keluhan dari orangtua, akan kami teruskan ke dinas,” tegasnya.

Beberapa siswa SDN 1 Watesalit juga mengaku menemukan makanan yang tidak layak konsumsi. Seorang murid kelas 5 mengatakan, hampir semua temannya mendapatkan telur rebus dengan bau menyengat.

“Iya, Pak, tadi hampir semua anak-anak kelas 5 telurnya busuk. Jadi banyak yang tidak mau makan,” ungkapnya polos.

Sementara itu, sebagian siswa lainnya hanya memakan sebagian isi menu seperti kacang polong atau puding, lalu membuang sisanya karena rasanya tidak enak.

Keluhan tersebut membuat para guru turut waspada dan meminta siswa agar melapor jika menemukan makanan yang mencurigakan. “Kami khawatir kalau sampai anak-anak sakit. Jadi setiap kali menu datang, kami ikut memeriksa dulu sebelum dibagikan,” kata salah seorang guru.

Menanggapi keluhan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Batang langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Kepala Dinas Pendidikan, Bambang Suryantoro Sudibyo, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan menu MBG yang tidak layak konsumsi di SDN 1 Watesalit.

“Iya, kami sudah menerima laporan dan tim kami sedang ke lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya,” kata Bambang saat dikonfirmasi.

Ia menegaskan, program Makan Bergizi Gratis merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan gizi anak sekolah, sehingga tidak boleh disalahgunakan. “Kami akan memanggil pihak penyedia untuk dimintai keterangan. Kalau terbukti lalai atau melanggar standar gizi dan kebersihan, tentu akan kami tindak,” tegasnya.

Hingga berita ini ditulis, pihak penyedia makanan atau dapur SPPG yang bertanggung jawab atas pengiriman menu MBG ke SDN 1 Watesalit belum memberikan konfirmasi resmi.

Sementara itu, para orangtua berharap Dinas Pendidikan segera menindaklanjuti temuan ini agar kejadian serupa tidak terulang. “Kalau programnya bagus, tentu kami dukung. Tapi jangan sampai makanan yang diberikan justru membahayakan anak-anak,” kata salah satu wali murid.

Program Makan Bergizi Gratis yang semestinya menjadi langkah positif pemerintah untuk mendukung tumbuh kembang anak, kini menuai kritik karena pelaksanaannya yang dinilai tidak tepat sasaran.(ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here