KENDAL, seputarkendal.com – Stigma negatif terhadap eks para warga binaan usai keluar dari lembaga pemasyarakatan, kedepan bakal tidak lagi terjadi dan diterima kembali oleh masyarakat. Pasalnya, puluhan narapidana dari berbagai kasus yang memasuki masa asimilasi hukuman, sudah dibekali ketrampilan mandiri dan menjadi manusia produktif yang berdaya guna untuk masyarakat, berhasil bertani, mulai menanam hingga panen perdana bawang merah, Senin (04/04).
Panen perdana tanaman bawang merah yang dikelola warga binaan di Lapas Terbuka Kelas II-B Kendal, Jawa Tengah mebuahkan hasil yang cukup signifikan. Budidaya tanaman bumbu dapur bawang merah yang dikelola para warga binaan ini dibimbing oleh kelompok tani setempat di Desa Bangunsari, Kecamatan Patebon Kendal.
Kepala Lapas terbuka kelas II-B Kendal atau lapas produktif, Rusdedy mengatakan, lahan pertanian milik Lapas Terbuka Kelas II-B atau Lapas Produktif Kendal, banyak dimanfaatkan para warga binaan yang sudah menjalani asimilasi, dalam Lapas warga binaan diajari menanam tanaman pertanian, tapi juga ada peternakan ayam petelur, sapi, kambing termasuk cara mengolah pakan ternak menjadi konsentrat. penanaman bawang merah dilahan hampir satu hektare ini dilakukan oleh warga binaan didampingi gabungan kelompok tani Desa Bangunsari, Patebon Kendal.
“Untuk ujicoba pihak lapas baru menyediakan bibit sekitar 1 ton, melihat hasil panen yang bagus, maka rencananya akan dilanjutkan lagi menanam bawang merah dengan bibit dari hasil panen,”katanya.
Ketua Gapoktan Desa Bangunsari Widodo, selaku pendamping mengatakan, hasil panen yang dikerjakan oleh para warga binaan ini cukup bagus. Tanaman bawang merah di lahan sekitar setengah hektare itu menghasilkan panen sekitar 3,5 ton. Sesuai dengan permintaan pihak lapas, hasil panen akan disimpan dulu menunggu harga bawang merah di pasaran sudah bagus, sebagian dari hasil panen akan diambil untuk bibit.
“Untuk perawatan tanaman bawang merah dikerjakan oleh para warga binaan, petani hanya memberikan arahan cara menanam yang benar, mulai dari persiapan lahan, cara menanam, cara pemberian obat dan pupuk hingga penanganan pasca panen,”jelasnya.
Lapas Terbuka Kelas II-B Kendal ini merupakan lapas produktif yang mengelola berbagai kegiatan, seperti peternakan, perikanan, perkebunan dan pertanian. Tujuannya untuk memberikan pelatihan kepada warga binaan. Supaya memiliki keahlian untuk dijadikan bekal bekerja atau wirausaha ketika keluar dari lapas nanti, sehingga bisa diterima masyarakat kembali dan mempunyai keahlian tersendiri.(ant)
.gif)


























.jpg)




