KENDAL, seputarbisnis.id – Grand Opening sebuah pabrik makanan yang terbuat dari ubi-ubian membawa angin segar bagi petani, sebagai mana senyum lebar dari Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari. Bukan tanpa alasan, selain kedepanya akan meningkatkan nilai jual hasil produk petani holtikultura, para petani juga akan mendapatkan pelatihan pengolahan sesuai standar yang dibutuhkan, serta mendapatkan pembinaan dan bibit secara geratis untuk modal awal, Jumat (10/07).
Kawasan Industri Kendal yang masuk dalam Kawasan Ekonomi Khusus tersebut, saat ini tengah menunjukan perkembanganya yang siginifikan, terlihat terus meningkatnya jumlah para investor baik Asing maupun Dalam negeri. Tentunya hal tersebut membawa dampak perekonomian di daerah yang positif dan tentunya peluang tenaga kerja juga lebih banyak lagi serta banyak pilihan sesuai kompetensi yang dimiliki masyarakat. Selain itu adanya pabrik makanan juga membawa angin segar bagi para petani khususnya penghasil ubi-ubian yang dulunya hanya dikonsumsi masyarakat kini bakal dibanjiri banyak pesanan untuk ikut mensupli kebutuhan pabrik yang membutuha ratusan ton setiap harinya.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari mengatakan, adanya investasi masuk dibidang makanan tentunya merupakan kabar gembira bagi dunia pertanian, pasalnya adanya industry snack makanan ringan dari PT. Maxindo Karya Anugerah yang merupakan pabrik ketiga dengan kantor induk di Bogor Jawa Barat mendirikan pabrik ketiganya di Kawasan Ekonomi Khusus KIK tersebut. Selainya bakal menyerap banyak tenaga kerja sebagai tenaga produksi, kedepanya bakal berkolaborasi denganpara petani untuk dilibatkan dalam mensupli dari petani local, terlebih kebutuhan bahan bakunya tidak sedikit, sehingga warga selain bekerja menjadi buruh pabrik juga bisa membawa petani menjadi makmur dan pengusaha lokal yang merasakan multipliyer effect, Kamis (09/07).
“Pada Peresmian pabrik keripiki maxi merupakan langkah strategis dalam memperkuat di sector pertanian holti khususnya, dikarenakan warga dalam hal ini petani tidak sekedar bangga hanya melihat anaknya jadi buruh pabrik, namun bisa bersama-sama ikut bermain dan mendapatkan kue di KIK sebagai pengusaha atauoun supplier bahan baku industry keripik,”ungkapnya.
Disisi lain Garrett Suryo Wijoyo Sarkoro Handajani yang merupakan Vice Presiden PT Maxindo Karya Anugerah mengatakan berdirinya pabrik di Kawasan Industri Kendal tersebut merupakan tempat produksi yang ketiga dengan memproduksi makanan ringan dengan bahan dasarnya dari ummbi-umbian tropis dalam negeri, seperti singkong atau ketela pohon, ubi merah, ubi ungu, dan talas dengan kualitas terbaik. Bibit yang dikembangkan dengan melibatkan BRIN atau Badan Riset Nasional menunjukan bahan bakunya memang disiapkan sebagus mungkin dengan bekerjasama dengan para petani sebagai produsen bahan baku.
“Tentunya seperti yang sudah jalan, untuk memenuhi kebutuhana produksi yang mencapai 100 ton perharinya, tidak mudah dilakukan sendiri atau terbatas, sehingga kedepan keterlibatan petani lokal sangat ditunggu, sebagain komitmen awal perusahaan sudah memberikan bantuan berupa bibit secara simbolis,”ujarnya.
“tidak berhenti pada ceremonial kedepanya juga akan melakukan pembinaan terhadap para petani supaya bisa menghasilkan produk berkualitas seperti yang diharapkan pabrik,”katanya.
Dengan total nilai Investasi awal senilai Rp 300 Miliar dan melibatkan seribuan tenaga kerja. Untuk Market hasil produk makanan ringan tersebut sebagian besar Eksport sampai ke 30 negara di 4 Benua.(ant)
.gif)






















.jpg)




