BATANG, seputarbisnis.id – Meningkatnya pertumbuhan Tenant yang berimplikasi terhadap kebutuhan Manpower yang kompetitif dalam dunia kerja, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang Kembali menggelar Progam Reselensi untuk Industri Masa Depan (PRIMA) bagi 160 pelajar dari delapan SMK negeri dan swasta yang ada di wilayah Kabupaten Batang.
Tak sekedar hanya mengandalkan dan menjual sebagai orang lokal dalam berkompetisi didunia kerja, managament Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dengan anggaran CSRnya terus melakukan upaya terhadap lingkungan perusahaan. Tak hanya menyiapkan calon tenaga kerja professional, namun program tersebut sebagai media untuk menggembleng mental para siswa lebih tangguh dan siap menghadapi dunia kerja.
Sementara itu Pelaksana Tugas
(plt) Direktur Utama KEK Industropolis Batang Indri Septa Respati menegaskan, kegiatan peningkatan sumber daya manusia khususnya mental para generasi muda dalam bersaing secara sehat dan produktif yakni dengan menggelar kegiatan PRIMA dengan tujuan untuk menyiapkan tenaga kerja yang profesional dan bermental tangguh, yang disiapkan sejak di bangku Sekolah Menengah Kejuruan.
“Para tenant dalam hal ini Investor tidak hanya kebutuhan infrastruktur fisik bangunan yang memadai, tapi juga Infrastruktur SDM atau calon pekerja yang lebih siap, dan tahan banting, sehingga bisa langsung bekerja begitu mereka selesai mengenyam pendidikan,” katanya.
Penekanan utama pelatihan ini agar para siswa memiliki karakter positif ketika terjun langsung ke dunia kerja. Ini karena sebelumnya telah banyak terserap sebagai pekerja di perusahaan-perusahaan khususnya yang berada di KEK Industropolis, tapi sayangnya baru beberapa bulan sudah mengundurkan diri, makanya PRIMA intens digelar agar mereka bermental baja.
Program tersebut didukung oleh delapan tenant atau perusahaan di lingkup KEK Industropolis Batang. Berbagai kegiatan yang menanamkan sikap optimis dan disiplin digelar selama lima hari, agar para siswa siap memasuki dan mampu bersaing dalam dunia kerja.
“Memang mereka disiapkan untuk jadi pekerja, namun apabila mereka punya mimpi, dedikasi tinggi dan karakter, pasti suatu saat bisa menjadi lebih dari saat ini. Entah jadi manajer, atau seperti saya sekarang, bahkan jadi pebisnis andal, karena ada transfer pengetahuan dari tiap perusahaan,”ungkapnya.
Ia memastikan PRIMA akan digelar tiap tahunnya karena melihat potensi 15 ribu pelajar SMK yang ada di Kabupaten Batang.
“Ini sebagai langkah kesiapan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan manpower handal di kawasan industri,” jelasnya.
Program tersebut saat ini tengah diikuti 160 pelajar dari SMKN 1 Batang, SMKN Warungasem, SMKN Kandeman, SMKN Blado, SMK Maarif NU Limpung, SMK Diponegoro Banyuputih, SMK Muhammadiyah Bawang dan SMK PGRI.
Salah satu siswi Meilisa dari SMK Maarif NU Limpung mengungkapkan selama mengikuti pembekalan, justru menumbuhkan sikap optimis dan disiplin. Semua kegiatannya berkesan, cuma memang di sini lebih ditekankan ketahanan fisiknya.
“Setelah selesai pembekalan, sudah punya rencana untuk langsung kerja di KEK Industropolis Batang, cuma belum milih perusahaan yang mana,” ungkapnya.
Sementara itu salah seorang orang tua yang anaknya mengikuti progran PRIMA tersebut, Sulistyowati mengaku sangat terharu dengan kedisiplinan putrinya setelah dibekali para pelatih. Sempat khawatir terhadap kondisi fisik putrinya, namun nyatanya justru kini makin sehat.
“Ya cemas karena anak saya punya asam lambung, tapi sebagai orang tua cuma bisa mendukung. Alhamdulillah ternyata di sini nggak kambuh sama sekali,” tuturnya.
Dukunganpun ditunjukkan Penjabat (pj) Sekda Batang Sri Purwaningsih yang bangga dengab sikap optimis ratusan siswa peserta PRIMA.
“Ingat pertahankan sikap seperti ini, jangan sampai kendor semangat yang sudah bagus ini, untuk terjun ke dunia kerja,”katanya.(ant)
.gif)






















.jpg)




