Home Kota Batang Terjebak Zona Nyaman, PNS Jadi Pemalas Kreatifitas Menurun

Terjebak Zona Nyaman, PNS Jadi Pemalas Kreatifitas Menurun

7
0
m faiz kurniawan (bupati batang)

BATANG, seputarbisnis.id – Melayani masyarakat jadi tidak maksimal lantaran kondisi sudah terjebak dalam zona kenyamanan denga berbagai fasilitas yang ada, sebagaimana yang dikatakan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, menyoroti kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dinilainya cenderung mengalami penurunan kreativitas karena terjebak dalam zona nyaman. Atas dasar tersebut, ia meminta seluruh dinas di lingkungan Pemkab Batang untuk tidak memborong semua pekerjaan teknis dan mulai melibatkan Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf), Jumat (12/06).

Hal itu ditegaskan Faiz saat ditemui di Kantor Bupati Batang, Kabupaten Batang, Kamis (11/06). Menurutnya, rutinitas dan jaminan pendapatan bulanan kerap membuat aparatur sipil negara (ASN) enggan berinovasi.

“Orang kalau sudah jadi PNS itu, Pak, mohon maaf, kreativitasnya itu biasanya menurun, Pak. Karena apa? Karena zona nyaman. Setiap bulan sudah dapat gaji, ada tunjangan, ya kan? Mau mikir kenceng sama mikir biasa gajinya sama, Pak. Akhirnya apa? Ya mending mikir yang biasa-biasa aja, yang aman-aman aja,” jelasnya.

Faiz juga mengkritik hasil kerja dinas yang cenderung monoton dari tahun ke tahun akibat keterbatasan ide. Ia menekankan bahwa dinas seharusnya memosisikan diri sebagai fasilitator dan pengawas, bukan pelaksana teknis yang memaksakan diri menangani urusan kreatif.

“Jangan semuanya dikerjakan sendiri oleh dinas, akhirnya apa? Output-nya monoton, gitu-gitu aja, dari tahun ke tahun penampilannya ya begitu-begitu aja, karena apa? Karena keterbatasan ide dan gagasan yang dimiliki oleh dinas,” tegasnya.

Menurut Faiz, fungsi utama instansi pemerintahan adalah mendukung dari belakang, mulai dari penganggaran hingga pendampingan. Dinas itu tugasnya adalah memfasilitasi, menganggarkan, mendampingi, mengawasi, bukan sebagai pelaksana teknis, apalagi yang sifatnya kreatif,” terangnya.

Sebagai solusi, Bupati Batang mendorong kolaborasi aktif antara dinas dan Komite Ekraf, terutama dalam penyelenggaraan acara (event). Langkah ini diharapkan mampu membawa angin segar bagi program-program pemerintah daerah agar lebih adaptif dengan perkembangan zaman.

“Nah, makanya yang kreatif-kreatif ini serahkan kepada anak-anak muda ini, teman-teman komite ekonomi kreatif. Mereka ini yang punya passion, punya energi, punya ide-ide segar yang di luar kotak (out of the box),” ungkapnya.

Ia berharap, dinas cukup memberikan batasan dan anggaran, lalu memberikan ruang penuh bagi para pelaku ekraf untuk mengeksekusi konsepnya.

“Jadi, dinas tinggal kasih koridornya, kasih anggarannya, biarkan mereka yang mengeksekusi dengan kreativitas mereka. Dengan begitu, acara-acara atau program yang kita buat itu bisa lebih menarik, lebih kekinian, dan bisa dinikmati oleh masyarakat luas, terutama generasi muda,” pungkasnya. (ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here