Home Berita Utama Penataan Pasar Darurat Sorogenen Akan Terus Dilanjutkan

Penataan Pasar Darurat Sorogenen Akan Terus Dilanjutkan

24
0
petugas satpol pp kota pekalongan tertibkan pedagang kaki lima

KOTA PEKALONGAN, seputarbusnis.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan memastikan penataan kawasan eks Pasar Darurat Sorogenen tidak berhenti pada kegiatan penertiban yang telah dilakukan, namun akan terus dilanjutkan secara bertahap hingga kawasan tersebut benar-benar kembali tertib, nyaman, dan sesuai fungsi ruang publik Rabu (06/05).

Ditemui di ruang kerjanya, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Kabag Prokompim) Kota Pekalongan, Tubagus M. Sadaruddin, mengatakan bahwa penataan lanjutan menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mengembalikan fungsi Taman Sorogenen sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH), sekaligus menata aktivitas perdagangan agar lebih terpusat di lokasi yang semestinya.

“penataan akan terus kami lanjutkan, Tidak hanya sebatas penertiban awal, tetapi juga memastikan seluruh kawasan Sorogenen bersih dari aktivitas yang tidak sesuai peruntukan, sehingga fungsi taman sebagai ruang publik bisa kembali optimal. Sebagai bentuk komitmen kami untuk terus menata bekas pasar darurat itu hari ini sampai lusa (6-8/05) mendatang Tim dari Satpol PP dan Dinas Perdagangan dan Koperasi (dindagkop) akan melakukan monitoring dan evaluasi di lokasi,” katanya

Menurutnya, kawasan Taman Sorogenen sebelumnya dijadikan pasar darurat pascakebakaran Pasar Banjarsari sebagai bentuk solusi darurat agar pedagang tetap dapat berjualan dan roda perekonomian masyarakat tidak berhenti. Namun setelah Pasar Banjarsari kembali beroperasi, maka penataan kawasan Sorogenen menjadi agenda lanjutan yang harus dituntaskan. Pemkot, lanjut Tubagus, menilai keberadaan pedagang yang masih menempati trotoar, bahu jalan, maupun area taman perlu segera diatur agar tidak menimbulkan kesemrawutan, kemacetan, dan mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Karena itu penataan tidak bisa dilakukan sekali selesai. Akan ada tahapan lanjutan sampai seluruh area benar-benar tertib. Pemerintah ingin wajah kota ini kembali indah, nyaman, dan masyarakat juga tetap bisa beraktivitas dengan baik,” jelasnya.

Berdasarkan hasil inventarisasi, terdapat sekitar 74 pedagang yang masih beraktivitas di sekitar eks Pasar Darurat Sorogenen. Untuk mendukung proses penataan berkelanjutan tersebut, Pemerintah Kota melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM telah menyiapkan sejumlah lokasi relokasi seperti Pasar Podosugih, Pasar Anyar, dan Pasar Kraton.

Di lokasi baru tersebut, pedagang diharapkan mendapatkan tempat usaha yang lebih representatif, aman, dan tertata, sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa harus memanfaatkan fasilitas umum.

Tubagus menegaskan, penataan lanjutan ini juga akan melibatkan lintas OPD dan aparat keamanan agar proses berjalan tertib dan kondusif. Unsur yang dilibatkan antara lain Dindagkop-UKM, Satpol P3KP, Dinas Perhubungan, Trantib Pasar, serta dukungan Polres Pekalongan Kota dan Kodim 0710/ Pekalongan.

“Sinergi seluruh pihak dibutuhkan karena ini bukan hanya soal memindahkan pedagang, tetapi bagaimana memastikan kawasan Sorogenen benar-benar tertata secara permanen,” tegasnya.

Ia menambahkan, pendekatan persuasif tetap menjadi prioritas dalam tahapan penataan berikutnya. Pemerintah akan terus melakukan komunikasi, sosialisasi, serta pendampingan kepada pedagang agar proses relokasi berjalan tanpa gejolak.

“Yang terpenting para pedagang tetap bisa menjalankan usaha, tetapi di tempat yang sudah disediakan pemerintah. Jadi penataan kota berjalan, ekonomi masyarakat juga tetap hidup,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu pedagang di pasar darurat tersebut  berharap pemerintah segera memberikan kepastian terkait lokasi relokasi agar pedagang bisa kembali fokus berjualan. (ngs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here