KENDAL, seputarbisnis.id -Memasuki Hari Ketiga dalam misi berburu hasil perikanan dan perkebunan di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Hiramatsu Shuichi makin jatuh hati melihat produk daerah Indonesia. Dalam blusukanya di perkebunan dan pengolahan kopi di salah satu centra penghasil kopi terbaik Kecamatan Sukorejo,Sabtu (29/11) Wali Kota Sue Machi minta bawa kopinya ke Negaranya.
Wali Kota Sue Machi didampingi langsung oleh Bupati Tika bersama kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kendal, Pandu Rapriat Rogojati. Dalam kunjungannya, Hiramatsu Shuichi tampak antusias saat menyaksikan langsung budidaya kopi arabika, robusta, dan liberika yang tumbuh subur di wilayah dataran tinggi Kendal. Ia juga mengapresiasi kualitas kopi Kendal, sehingga pihaknya akan membawa hasil peninjauannya untuk dibahas lebih lanjut di Jepang, terkait peluang kerjasama impor kopi Kendal.
“Setelah mencoba beberapa kopi dan melihat langsung perkebunannya dan prosesnya, kita akan bawa sampel kopi ke Jepang untuk dirundingkan lebih lanjut terkait market-nya,”kata Hiramatsu Shuichi.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari dalam kesempatan itu juga menyampaikan, kunjungan hari ketiga Wali Kota Sue Machi di Kendal adalah mengunjungi perkebunan kopi di Desa Purwosari Sukorejo, dan tempat pengolahan kopi di Desa Tamanrejo untuk melihat komoditas perkopian Kendal. Ia juga menyambut baik respon positif dari Pemerintah Kota Sue Machi. Menurutnya, kopi Kendal berpotensi menjadi komoditas unggulan yang dapat segera dikerjasamakan dalam waktu dekat.
“Sejak awal Wali Kota Sue Machi sudah menyampaikan bahwa kopi menjadi potensi yang paling siap untuk dikerjasamakan, alhamdulillah di Kendal tersedia kopi arabika dan robusta dengan kualitas baik,” ujarnya.
Mbak Tika berharap, kunjungan ini membuka peluang kerjasama internasional yang dapat membawa kopi Kendal semakin dikenal luas ke Mancanegara.
“Respon mereka sangat baik dan hari ini juga telah membawa sampel kopi, semoga saja kerjasama ini sukses sehingga kopi Kendal bisa lebih mendunia,”pintanya.
Kepala DPP Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, menegaskan bahwa kualitas menjadi faktor utama jika kerjasama ekspor terwujud. Komitmen kita adalah menjaga kualitas. Kopi harus dipetik merah, tidak boleh dicampur antar kebun, dan semua informasi harus jujur dan terverifikasi.
“Walikota Sue Machi menilai cita rasa kopi Kendal, terutama robusta, sangat cocok di pasar Jepang, sehingga diharapkan kerjasama dapat terwujud secepatnya,”ungkapnya.
Dengan adanya daya tarik melihat khas kopi dari perkebunan di Kendal selatan, membuat peluang ekport dari terbuka lebar, terlebih sudah mensapatkan kunjungan dari pejabat dari Jepang.(ant)
.gif)


























.jpg)




