KENDAL, seputarbisnis.id – Memastikan kualitas hasil perikanan di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah untuk bisa masuk ke pasar internasional, salah satu Negara pengimpor di Asia tinjau langsung lokasi budidaya. Didampingi langsung Dyah Kartika Permanasari bersama Wali Kota Sue MAchi Jepang Hiramatsu Shuichi Blusukan ke area pertambakan pesisi pantai utara jawa, melihat langsung Udang Vaname, Sabtu (29/11).
Dalam kunjungan kerja selama 3 hari di kota bahari Kabupaten Kendal Jawa Tengah, Orang Nomor Satu di Kota Sue Machi Jepang, Hiramatsu Shuichi datang langsung ke tempat budidaya Udang yang bakal ikut memenuhi kebutuhan perikanan di Negara matahari terbit tersebut. Hal tersebut dikarenakan Rencana impor udang vaname oleh Jepang yang merupakan potensi lokal di daerah di Jawa Tengah, salah satunya di wilayah pantai utara jawa.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permasari menyampaikan, dalam mendampingi kunjungan Wali Kota Hiramtasu Shuichi ke tiga lokasi sentra budidaya udang vaname yakni di kelurahan Karangsari, Kalirejo Kangkung, dan Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari.
“Edisi sepesial khusus meninjau tambak udang vaname yang ada di Kabupaten Kendal, terkait rencana Ekspor ke Japang,,”katanya.
Kepala Dinas Kelautan dan Periklanan Kendal, HUdi Sambodo mengatakan, Pihaknya sudah menjelaskan secara detail terkait budidaya udang vaname yang ada di wilayah kerjanya, termasuk kapasitas kemampuan produksi seperti apa. Dalam setahun sendiri para petani tambak bisa memanen beberapa kali sesuai dengan standar ukuran udang vaname yang dibutuhkan.
“Udang vaname yang standar bisa dipanen ukuranya dalam 70 ekor/kg sampai dengan 30 ekor/kg, semisal dalam ukurang 50 ekor harga masih bagus bisa dipanen, namun kalau harga masih belum masuk bisa masuk dalam pemeliharaan lagi, sembari nunggu kondisi pasar,”katanya.
Ardi Mukti Fachrudin selaku salah satu pemilik tambak Udang vaname mengatakan, dengan luasan sekitar 15 Hektare dengan kapasitas panen bisa mencapai 200 ton tiap kali panen. Udang dari tambak tersebut, biasanya sudah ada langganan pasar domestic mulai dikirim ke Jawa Barat, Bali, dan Banyuwangi dengan varian ukuran dikisaran harga Rp 42.000 sampai Rp 71.000 perkilogramnya.
“Saat ini Pasar udang vaname barus mencakup daerah-daerah di pulau jawa khususnya, sembari mencari peluang relasi bisa membantu menembus pasar global,”pintanya.
Dengan adanya kunjungan yang merupakan penjajakan bisa eksport ke Jepang sangat dinanti, tentunya dengan dukungan pembangunan cool storage dan fasilitas pengolahan udang di Kendal.(ant)
.gif)


























.jpg)




