Home Kota Batang Pabrik Battery LBM China Ekspansi ke-Industropolis KEK KITB

Pabrik Battery LBM China Ekspansi ke-Industropolis KEK KITB

66
0
penandatanganan agreement ppti dirut kitb dan ceo lbm

BATANG, seputarbisnis.id – Perkembangan proyek Strategis Nasional (PSN) KEK Industropolis KITB makin moncer saja, ditengah gejolak geopolitik Internasional, para investor asing banyak berdatangan. Salah satunya pabrik battery lithium untuk mobil listrik asal Tiongkok kembali berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dengan ditandai secara resmi penandatanganan Agreement Perjanjian Pemanfaatan Tanah Industri (PPTI) di Ball room Grand Batang City, Kamis (11/09)

Dari tahun ketahun sejak dibukanya lahan perkebunan karet milik PTPN Siluwok IX menjadi PSN Kawasan Industri, perlahan tapi pasti, mulai menunjukan eksistensinya dalam menggait investasi global. Satu persatu perusahaan dari luar negeri dalam tempo dua tahun terakhir berbondong-bondong berebut lahan di KITB atau yang sekarang sudah resmi menyandang Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Terpadu Batang. Salah satunya dengan penandatanganan PPTI lahan yang artinya resmi akan dilakukan pendirian pabrik battery lithium untuk mobil listrik ditandai dengan Perjanjian Pemanfaatan Tanah Industri antara KEK Industropolis Batang dan PT. LBM Energi Baru Indonesia Batang.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama KITB Ngurah Wirawan dan CEO PT LBM Energi Baru Indonesia Batang Washington Feng di Ballroom lantai 2 gedung pengelola KEK industropolis Grand Batang City. Sebelumnya LBM sendiri sudah mendirikan pabrik di Kawasan Ekonomi Khusus KIK Kendal yang sudah beroperasi belum lama ini.

Dirut Ngurah Wiryawan mengungkapkan, Investasi tahap pertama senilai Rp 1,5 Triliun Rupiah akan berdiri di atas lahan seluas 31,72 hektar dan dibagi dalam tiga fase pengembangan. Pabrik Battery ini diproyeksikan menyerap hingga seribu tenaga kerja lokal, dengan rencana operasional pada Juni 2026.
“adanya LBM tersebut kebutuhan supli energy listrik bakal semakin besar, dengan adanya gardu induk ULP Gringsing kedepan juga semakin mudah, manakala kekurangan power supli tinggal menambahkan travoe saja,”ujarnya.

Sementara itu PJ Sekda Kabupaten Batang Sri Purwaningsih menyebut dengan bertambahnya pabrik di kawasan industri bisa membuat perekonomian warga meningkat. Tidak hanya itu, masyakat sekitar juga bisa lebih maksimal dalam mendapatkan pekerjaan maupun mendirikan perusahaan-perusahaan kebutuhan di kawasan industri khususnya bisa menambah pasar semakin luas bagi para pelaku u-m-k-m dalam menjajakan produk-produknya.

“Bertambahnya tenant di KEK Industropolis KITB Batang bakal berdampat terhadap perputaran ekonomi di desa-desa penyangga makin bagus, terlihat banyaknya pertumbuhan kos-kosan dan usaha terusan lainya,”tuturnya.

Dengan bertambahnya pabrik, seperti perusahaan Baterai Lithium untuk mobil listrik, total sudah ada 35 pabrik yang ada di Kawasan Industri Terpadu Batang, serta menmbah kebutuhan tenaga kerja yang bakal dibutuhkan pabrik battery tersebut sedikitnya seribuan man power bakal diserap.(ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here