Home Berita Utama UMKM Kendal Masih Banyak Kendala Market Kurang Pede

UMKM Kendal Masih Banyak Kendala Market Kurang Pede

56
0
bupati di panggung tengah meberikan sambutan dan pembukaan bazar umkm

KENDAL, seputarbisnis.id – Ditengah Menggeliatnya pasar, khususnya makin meningkatnya para Investor Asing di Kawasan Industri Kendal (KIK) yang masih kurang dimaksimalkan oleh para Pelaku UMKM di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menjadi kendala tersendiri apalagi yang kurang percaya diri (pede). Bupati Kendal Dyah Kartika Permasari Resmi membuka Bazar yang di gelar di Stadion Utama Kebondalem, dan mendukung penuh usaha yang dilakukan oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang ada saat ini, Senin (25/08).

Potensi UMKM di Kabupaten Kendal saat ini perkembanganya cukup signifikan yang mencapai ratusan ribu pelaku UMKM, namun masih banyak kendala yang dihadapi dalam perkembangan pemasaranya. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kendal Toni Ari Wibowo mengungkapkan dari data terakhir tahun 2024 yakni sebanyak 39.384 pelaku usaha Mikro Kecil Menengah yang ada di Kabupaten Kendal. Beberapa Kendala saat ini masih dihadapi selain kurang percaya diri dalam memasarkan produk yang disebabkan kurangnya pengetahuan khususnya di internal mereka sendiri Sabtu (23/08).

“banyaknya kendala yang dihadapi para pelaku UMKM terkait pemasaran, disperindagUKM Kendal akan melakukan Assesment untuk membantu supaya bisa mengikuti pola marketing yang menyesuaikan kondisi terkini, dan menjembatani pemasaran di KIK”tuturnya.

Sementara itu dalam sambutanya Bupati Kendal Dyah Kartika Permasari menyampaikan, Bazar UMKM merupakan salah satu effort yang dilakukan oleh Pemerintah dalam meningkatkan ekonomi masyarakat dan daerah dalam pengembangan usaha berbasis kerakyatan. Selain itu juga pentingnya kesadaran dalam mendukung produksi lokal yang sangat beragam produknya, terutama kopi Kendal yang memiliki kualitas lebih baik namun masih kurang dikenal karena kurangnya branding.

“kaya akan produk lokal namun masih lemah dalam branding dan pengemasan menjadi kurang dikenal dipasaram, UMKM sendiri menjadi pilar ekonomi yang kuat saat terjadi resesi ekonomi global,”jelasnya.

Pentingnya memanfaatkan teknologi dalam menggait pasar yang sangat luas, peningkatan SDM seperti digital marketing terhadap para pelaku UMKM sangat urgent dilakukan, guna meningkatkan penjualan,”pungkas Tika.(ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here